Jumat, 20 Mei 2016

Sayangi Kotamu dari Sekarang !
oleh: Lusyana Sutanto


Banyak yang sering menganggap melakukan hal kecil tidak mempunyai dampak yang besar. Seperti halnya kita membuang sampah di sungai, memang tidak muncul dampaknya. Namun, jika ada 1000 orang yang melakukan hal yang sama bukannya malah muncul dampak buruk yang tidak diinginkan seperti banjir akibat banyak sampah yang mengendap.
Kalau sudah begitu siapa yang mau disalahkan? warga sekitar? keluarga? atau pemerintah? Pertanyaan yang utama, apakah kita sudah melakukan hal yang benar seperti buang sampah pada tempatnya? Jika belum, kita tidak bisa menyalahkan orang lain. Kita tidak layak untuk menyalahkan mereka semua.

Mengapa begitu? Karena kita sama dengan mereka yang tidak melakukan apa-apa malah berbuat sesuatu yang tidak baik. Pemerintah hanya membantu dalam membenahi penampungan sampah, waduk, saluran air dan yang lainnya. Sisanya, kita sebagai warga negara yang harus merawat dan menjaganya.

Buat apa jika waduk, saluran air dan lainnya dibenahi tetapi tidak dijaga? Sama saja dengan kita merusaknya dan yang menyebabkan terjadinya banjir. Mungkin dampak dari banjir sendiri sudah dianggap “biasa” oleh sebagian kalangan apalagi yang daerah tempat tinggalnya yang selalu terkena banjir.

Namun, apakah hal tersebut harus dibiarkan begitu saja dan hanya terus mengeluh dengan menganggap kinerja pemerintah yang kurang? “Buang sampah pada tempatnya”, “Jangan buang sampah sembarangan”, adalah slogan yang selalu ada dimana-mana, entah itu di dekat tempat sampah atau tempat lainnya.

Slogan tersebut bukan hanya terpajang untuk dibaca saja, tetapi untuk selalu mengingatkan kita tentang langkah kecil apa yang dapat  kita lakukan untuk menjaga tempat kita tinggal, bekerja, berkumpul dengan teman dan keluarga, dan menjadi tempat untuk kita hidup.

Masih ada yang bingung sampah itu apa? Sampah merupakan salah satu yang dihasilkan manusia dalam kehidupan sehari-hari, apabila tidak terkelola dengan baik, akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Sampah dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari daun, kayu, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, sisa makanan, dan lainnya. Sampah organik dapat diurai menjadi kompos.

Sedangkan, sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari sisa manusia yang lama diurai dan memerlukan waktu untuk dapat diurai. Contoh sampah anorganik adalah plastic, kemasan makanan, botol dan gelas.

Menurut Bapak Ir. R. Sudirman, MM selaku director pengelolaan sampah kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, Faktor yang meyebabkan peningkatan jumlah sampah adalah meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, pengelolaan sampah yang belum memadai, penegakan hukum yang belum berjalan dengan baik, serta kepedulian, mentalitas dan kedispilinan masyarakat yang masih kurang.

Kepedulian, mentalitas dan kedisiplinan masyarakat yang masih kurang adalah sebagian faktor yang bisa kita benahi sebagai warga negara untuk kota dan lingkungan yang kita cintai.

Cara sederhana yang dapat kita lakukan adalah buang sampah pada tempatnya dan tak lupa “tegur” teman / siapapun disekitar kita, yang kita lihat mereka ingin atau malah sedang membuang sampah sembarangan. Dan juga buanglah sampah sesuai dengan tempatnya jika ada pembagian untuk organik dan anorganik.

Seperti kata Virgitta Septyana sewaktu pidato diacara penutupan Social Science Week, “Jangan menyalahkan orang lain karena kerusakan bumi, jangan menunggu tindakan dari orang lain untuk memperbaiki bumi, stand up and take actions". Kalau bukan kita dulu siapa lagi?



sumber pengertian sampah dari:
http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-dan-10-jenis-sampah-organik-serta-an-organik/

1 komentar:

  1. thanks untuk yg membuat postingan ini, dngan ringkasan yg simple tanpa berbelit-belit tapi mempunyai inti yg baik & dalam, berarti dngan pnjelasan dari informasi ini sudah jlas, kita lah yg hrus menjaga agar lingkungan ini menjadi bersih & terbebas dari banjir agar kelak generasi selanjut nya tidak merasakan lagi ketidaknyamanan ini.....

    BalasHapus